MAKALAH
Manajemen
Sumber Daya Manusia
“ANALISIS
BISNIS WARALABA TOKO OMI YORLAN MART”
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
:
Nama
: Anisya Diana Novita
Npm
: 1620200074
Dosen
: Charisma Ayu Pramuditha,M.HRM
SEKOLAH
TINGGI ILMU EKONOMI MULTI DATA PALEMBANG TAHUN AJARAN 2016/2017
KATA
PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang
telah memberikan kami kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa
pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan
baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita
yakni Nabi Muhammad SAW.
Makalah ini di susun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang
“Analisis Bisnis Waralaba Toko OMI YORLAN MART”, yang kami sajikan berdasarkan
pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan
berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang
dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan
akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang
“Analisis Bisnis Waralaba Toko OMI YORLAN MART” berupaya mengidentifikasi
tentang bisnis franchise dari indogrosir . Hal tersebut merupakan kerjasama
bisnis antara kedua belah pihak.
Semoga makalah
ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun
makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik dan
saran dari pembaca yang membangun. Terimakasih.
Palembang, 23 September 2017
Penyusun
DAFTAR
ISI
Abstrak…………….…………….………………………………………………………i
Kata Pengantar….……...……….……………………………………………………….ii
Daftar Isi...……………………..………………………………………………………..iii
BAB 1 PENDAHULUAN………………………...…………………………..………….1
1.1 Latar
Belakang……………………………………………………………….1
1.2 Rumusan
Masalah……………………………………………...…………….2
1.3 Tujuan
Masalah………………………………..……………………………..3
BAB 2 PEMBAHASAN……………………………...…………………….…………....4
2.1 Sejarah Berdirinya Toko OMI YORLAN………………….………………....4
2.2 Perjanjian Bisnis Waralaba Toko OMI
YORLAN ……...….………………...5
2.3 Sisi Marketing dan SDM Toko OMI
YORLAN…………….………………..7
2.4 Analisis SWOT Toko OMI
YORLAN………………………………………..9
2.5 Inovasi Yang Akan Diberikan Toko
OMI YORLAN………….……………..11
BAB 3
PENUTUP…………………………………………………………….………….12
3.1
Kesimpulan………………………………………………………………..….12
3.2
Saran………………………………………………………………………….12
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….………….iv
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Seiring dengan
perkembangan zaman dan begitu pesatnya sektor perekonomian yang semakin
meningkat, dinamis dengan penuh persaingan serta tidak mengenal batas-batas
wilayah. Berbagai bisnis yang dijalankan dengan mudahnya untuk dilaksanakan.
Oleh karena itu bisnis di zaman sekarang ini diperlukannya hukum untuk menaungi
dan melindungi dengan tujuan untuk mewujudkan rasa keadilan sosial dan adanya
kepastian hukum, bukan hanya sekedar mencari keuntungan (profit oriented)
tetapi ada pertanggungjawaban terhadap dampak yang ditimbulkan dari operasional
bisnis secara menyeluruh tersebut.
Untuk
mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,
para bisnisman dan orang-orang yang ingin terjun langsung di dunia
bisnis hendaknya terlebih dahulu mengetahui dan memahami hukum bisnis secara
detail agar bisnis yang ditekuni berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi
dirinya dan menyejahterakan masyarakat pada umumnya.
Di Indonesia
seperti kebanyakan negara berkembang yang lain, berusaha semaksimal mungkin
untuk meningkatkan kesejahteraan warganya. Untuk itu pengembangan pada sektor
ekonomi menjadi tumpuan utama agar taraf hidup rakyat menjadi lebih mapan.
Pembangunan ekonomi merupakan pengolahan kekuatan ekonomi riil
dimana dapat dilakukan melalui penanaman
modal, penggunaan teknologi dan kemampuan berorganisasi atau manajemen.
Syahrin Naihasy mengatakan lebih
lanjut bahwa sejak perekonomian dunia telah mengalami perubahan yang sangat
dahsyat dan kini dunia, termasuk Indonesia, menyaksikan fase ekonomi global
yang bergerak cepat dan telah membuka tabir lintas batas antar Negara. Dapat
dikatakan bahwa dunia usaha adalah sebagai tumpuan utama yang dipergunakan
sebagai pilar dan dilaksanakan dengan berbagai macam cara yang sekiranya dapat
memupuk.
1.2
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana sejarah
berdirinya Toko Omi Yorlan Mart?
2. Bagaimana cara
perjanjian waralaba Toko Omi Yorlan Mart?
3. Bagaimana cara
mengatur sisi Marketing dan Sumber Daya Manusia?
4. Bagaimana
ANALISIS SWOT Toko Omi Yorlan Mart?
1.3
Tujuan
Masalah
1. Memahami
sejarah berdirinya Toko Omi Yorlan Mart.
2. Mengetahui
cara perjanjian waralaba Toko Omi Yorlan Mart.
3. Megetahui
cara mengatur sisi Marketing dan Sumber Daya Manusia.
4. Mengertahui
ANALISIS SWOT Toko Omi Yorlan Mart.
BAB
2
PEMBAHASAN
2.1
Sejarah Berdirinya Toko Omi Yorlan Mart
Awal mula sejarah dari berdirinya Toko Omi
Yorlan Mart pada tanggal 4 Mei 2015, karena adanya penawaran dari pihak
Indogrosir yang ingin mengajak kerja sama bisnis waralaba franchise. Pihak
Indogrosir memberikan beberapa perjanjian waralaba antara Indogrosir dan Toko
Omi Yorlan Mart. Setelah diskusi setuju atau tidaknya, akhirnya memiliki
kesepakatan antara kedua belah pihak. Dari pihak Toko Omi Yorlan Mart bersedia
mengeluarkan modal awal sebesar 250juta. Dari 250 juta tersebut pihak Toko Omi
Yorlan Mart sudah mendapatkan berbagai fasilitas yang di sediakan oleh
Indogrosir, seperti peralatan, toko, dan bermacam barang.
Toko Omi Yorlan Mart itu
sendiri berada di Sekolah Menengah Kejuruan 6 yang berkawasan di daerah
Jl.Mayor Ruslan Rt 031, Rw 006. Jadi pemilik Toko Omi Yorlan Mart itu adalah
“Koperasi Guru”. Di Toko Omi Yorlan Mart itu sendiri memiliki susunan
kepengurusan. Penanggung jawab/Pengurus itu sendiri adalah DRA.HJ RAHMAH,M.Pd .
Selain itu juga ada Ketua Seksi Usaha adalah LUCY ERNAWATI SOPHIA S.Pd,M.Si .
2.2
Perjanjian Bisnis Waralaba Toko Omi Yorlan Mart
Sebelumnya kedua pihak
terlebih dahulu menjelaskan hal-hal sebagai berikut :
a.
Bahwa Pihak Pertama adalah pemilik hak
waralaba (franchisor) atas pengoperasian toko yang menggunakan system dan
jaringan distribusi penjualan eceran dengan nama / merk dagang OMI
(
selanjutnya disebut “hak waralaba” ).
b.
Bahwa pihak kedua hendak mempergunakan
sebidang tanah dan bangunan untuk tempat usaha sebagai toko OMI dengan nama
YORLAN MART Minimarket
c.
Bahwa kedua belah pihak telah
merundingkan segala hal, persyaratan dan ketentuan pemberian hak waralaba toko
OMI.
2.3
Sisi Marketing dan Sumber Daya Manusia Toko Omi Yorlan
Pemasaran sebagai suatu proses tidak
mungkin mengabaikan penggunaan sumberdaya manusia (karyawan manajemen dan
non-manajemen) yang bermutu. Hal ini berkait dengan pemahaman tentang arti,
dimensi, dan praktek pemasaran yang selain mengandung konsep
ekonomi dan antropologi, juga tidak lepas dari konsep sosiologi dan psikologi.
Misalnya bagaimana lewat survei pasar dapat diketahui segmen pasar yang tepat
dan perilaku pasarnya. Untuk itu perlu digunakan pengetahuan antropologi,
sosiologi dan psikologi. Begitu pula untuk memuaskan kebutuhan konsumen dan
pelanggan dibutuhkan pengetahuan dan ketrampilan memromosikan produk. Kemudian
ketika akan memromosikan produk maka sebelumnya diperlukan koordinasi antara
manajer departemen produksi, pemasaran, dan departemen finansial. Semakin baik
koordinasi semakin terpenuhinya produk yang dibutuhkan konsumen atau pelanggan.
Koordinasi itu sendiri baru bisa berhasil efektif jika mutu kepemimpinan
manajer dan etos kerja karyawannya tinggi. Selain itu perusahaan anda harus
memiliki SDM yang menguasai pengetahuan dan ketrampilan teknologi baru, sistem
informasi, dan jejaring pemasaran baru.
Beberapa hal yang sangat
menjadi perhatian dalam keberlanjutan pemasaraan adalah SDM yang mampu memahami
karakteristik pasar termasuk dinamika perilaku konsumen dan pelanggan;
mengamati perilaku pesaing; mengelola hubungan harmonis dengan pemangku
kepentingan internal dan eksternal; dan memromosikan produk dengan efektif dan
efisien. Keberhasilan para karyawan dengan potensi SDM tersebut akan mampu
menghindari kemarjinalan perusahaan dalam kegiatan pemasaran. Untuk itu
pelatihan dan pengembangan SDM di bidang pemasaran, perilaku
konsumen-pelanggan, komunikasi, dan promosi tidak saja diberikan bagi mereka
yang berada pada departemen pemasaran dan produksi tetapi juga kepada semua
karyawan. Hal ini karena pemasaran sebagai suatu sistem tidak
dipandang sebagai kegiatan parsial perusahaan melainkan sebagai kegiatan
terpadu. Dengan demikian pemahaman konsep pemasaran sebagai salah satu ideologi
keberhasilan perusahaan lama kelamaan terinternalisasi dengan baik. Dan inilah sebagai
modal manusia yang sangat penting peranannya dalam mencapai keberhasilan
pemasaran.
2.4
Analisis SWOT Toko Omi Yorlan
Landasan
yang terpenting bagi pemahaman analisis intern organisasi adalah pengertian mengenai
kecocokan dengan kekuatan dan kelemahan intern organisasi dengan peluang dan ancaman
yang ada dilingkungannya. Analisa inidinamakan analisa SWOT. SWOT singkatan dari Strength (kekuatan),
Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang) dan Treats (ancaman). Analisis
SWOT merupakan identifikasi berbagai factor secara sistematis untuk merumuskan strategi
perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang memaksimalkan kekuatan dan
peluang. Proses pengambilan keputusan strategi selalu berkaitan dengan pengembangan
misi, tujuan, strategi dan kebijaksanaan perusahaan. Dengan demikian perencanaan
strategi harus menganalisis factor-faktor strategi perusahaan (kekuatan,
kelemahan, peluang dan ancaman) dalam kondisi yang ada pada saat ini. Hal ini disebut
analisis situasi, model yang paling popular untuk analisis situasi adalah analisis
SWOT.
Dalam
perkembangan saat ini, analisis SWOT tidak hanya digunakan untuk menyususn strategi
di medan pertempuran, melainkan banyak dipakai dalam penyusunan perencanaan bisnis.
Tujuanya adalah untuk menyusun strategi-strategi jangka panjang sehingga arah dan
tujuan perusahaan dapat tercapai dengan jelas dan dapat segera diambil keputusan,
dengan analisis SWOT para pengusaha dapat membandingkan antara factor internal
perusahaan dan factor eksternal perusahaan.
-
Kekuatan
(Strengths)
-
Lokasi yang strategis
Lokasi
OMI Yorlan tepat dipinggir jalan raya di sekitar lokasi terdapat pemukiman rumah
penduduk yang padat penduduknya dan selalu ramai dilewati banyak orang. Hal ini
menjadi kekuatan bagi minimarket dalam strateginyakarenamemudahkan bagi para
calon konsumen untuk mengetahui tempat tersebut dan juga sesuai dengan sasaran
minimarket.
-
Terdapat Hak Khiyar Hak Mengembalikan
Toko
OMI Yorlan menerapkan barang yang sudah dibeli dapat dikembalikan asalkan kemasannya
tidak rusak dan sesuai dengan kesepakatan (akad) pada saat membayar. Hal ini
yang membedakan antara minimarket lainya dan juga dapat menjadi kekuatan
minimarket.
-
Barang-barang yang dijual berlabel HALAL
Toko
OMI Yorlan mempunyai peraturan atau kebijakan dalam menjual barang-barang daganganya
dimana barang yang dijual harus bersertifikat halal dari MUI. Terutama untuk bahan
makanan dan jugakosmetik. Jikalau sampai tidak bersertifikatkan halal maka tidak
akan dijual diminimarket ini. Hal inilah yang membedakan dengan minimarket
lainya, sehingga dapat menjadi kekuatan.
-
Kebersihan dan kemudahan
Minimarket
selalu menjaga kebersihan tempatnya maupun kebersihan barang daganganya. Hal
ini dilakukan karena kebersihan merupakan sebagian dari iman dan juga supaya
para pelanggan merasa nyaman dalam berbelanja kerena tempatnya bersih.
Minimarket dalam penataan barang daganganya melakukan pengelompokkan barang sesuai
dengan jenis-jenisnya, supaya pelanggan dapat dengan mudah mencari barang-barangnya
yang dibutuhkan.
-
Keramahan dan keserasian seragam
Para
pegawai minimarket selalu ramah kepada para pelanggan dan selalu siap untuk membantu
pelanggan yang membutuhkan bantuan seperti mencarikan barang yang dibutuhkan dan
membantu mengangkat barang belanjaan. Hal ini merupakan bagian dari pelayanan
yang di berikan oleh minimarket dalam menjaga pelangganya. Selain itu
minimarket untuk menjaga pelangganya agar berbelanja kembali dengan cara mengirim
pesan kepada pelangganya melalui media radio. Karyawan minimarket sselalu berpakaian
serasi dan sopan, dimana perempuan selalu berpakaian muslimah yaitu dengan menggunakan
jilbab dan sopan.
·
Weaknesses ( Kelemahan )
-
Franchise fee yang ditawarkan ralatif
tinggi. Franchise fee yang ditawarkan OMI Minimarket yaitu 75juta rupiah per 5
tahun.
-
Berbagai daerah kurang mengenal OMI
Minimarket,karena kurangmya promosi.
·
Opportunities ( Peluang )
-
Masih terdapat beberapa daerah yang
potensial namun belum dimasuki oleh OMI Minimarket. Dengan waralaba OMI
Minimarket dapat lebih mudah melakukan eksploitasi ke daerah-daerah yang
potensial tersebut.
-
Dengan adanya perdagangan bebas, maka
peluang mengembangkan franchise akan semakin besar.
-
Perlunya promosi yang lebih gencar agar
franchise OMI Minimarket lebih dikenal dan laku di pasaran.
-
Adanya pangsa pasar yang cukup
menjanjikan, dimana di Indonesia bisnis waralaba dalam 1-2tahun semakin tubuh
subur 12,5 %.
-
Mempunyai kesempatan untuk memperluas
jaringan secara lebih cepat dengan menggunakan modal seminimal mungkin.
·
Threats
( Ancaman )
-
Adanya franchisor lain yang terus
mengikuti langkah OMI Minimarket dalam mencari frenchise.
2.5
Inovasi yang diberikan OMI Yorlan Minimarket
BAB 3
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Bagi Waralaba adalah
salah satu bentuk bisnis yang banyak dilirik oleh para pengusaha saat ini, baik
itu pebisnis baru/ pemula ataupun pebisnis yang sudah berpengalaman. Konsep
bisnis waralaba ini sangat memungkinkan seseorang yang memiliki modal materiil
tapi kurang berpengalaman dalam membangun bisnisnya sendiri untuk memiliki
sebuah usaha yang menguntungkan, terutama bila membeli waralaba dari sebuah
merk dagang yang sudah terkenal. Potensi bisnis ini sangat menguntungkan untuk
jangka waktu yang lama, namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua jenis usaha
waralaba cocok untuk setiap orang.
Bagi pengusaha yang memiliki
modal besar, membeli franchise/ waralaba yang harganya mahal bukanlah sebuah
masalah. Namun tidak demikian pada calon pengusaha yang memiliki modal
terbatas, mereka biasanya akan berpikir berkali-kali sebelum memutuskan
menjalankan usaha waralaba. Besar biaya untuk menjalankan waralabasangat
beragam, murah atau mahal itu menurut saya relative dilihat dari potensi
bisnisnya untuk jangka panjang. Harga waralaba biasanya berkisar mulai dari Rp
10 juta hingga Rp 1 milliar, tapi untuk waralaba lokal ternyata ada juga yang
menawarkan harga sekitar Rp 5 jutaan.
3.2
Saran
Saat ini usaha
waralaba memang memiliki banyak sekali jaringan, sehingga tak heran apabila
lokasi merk dagang tersebut berada di wilayah A namun kita menjalankannya di
wilayah Z, namun sebagai pemula alangkah baiknya jika anda bergabung dengan
usaha waralaba yang ada di sekitar rumah anda, paling tidak masih se kabupaten.
Hal tersebut akan memudahkan kita untuk mendapatkan informasi tentang usaha
tersebut, selain itu dengan lokasi yang dekat usaha waralaba akan jauh lebih mudah
untuk di jalankan.
Memulai usaha waralaba memang
membutuhkan kesiapan fisik dan mental, perlu perencanaan yang matang sebelum
benar-benar terjun ke dunia usaha waralaba. Nah, kami rasa cukup sekian yang
bisa kami bagikan, semoga informasi Tips Sukses Memulai Usaha Waralaba ini
bermanfaat untuk kita semua, terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa
membaca ulasan peluang usaha lainnya hanya disini.


